Langsung ke konten utama

Halo semuanya! I'm Back!



Hai, pengunjung setia di blog aku ini! Apa kabar kalian? Udah lama yaa aku nggak nulis di sini lagi. Hehehe...

Aku Veni, yang sekarang mulai aktif ngeblog lagi setelah vakum karena kendala sekolah dan kuliah. Waktu itu, aku vakum selama 8 tahun, terhitung dari tahun 2013 sampai tahun 2021. Sebenernya aku masih inget aku punya blog, bahkan traffic-nya masih aku pantau, bedanya ya aku nggak nulis aja karena nggak punya waktu buat nulis.

Sekarang, aku aktif nulis lagi, tapi di domain yang lain. Berhubung punya domain dengan nama dan brandingan aku sendiri udah jadi impian aku sejak remaja, jadi, semua tulisan aku ada di www.venivriliani.com, website pribadi aku. Jadi, kalo mau baca tulisanku, kunjungi web aku yang itu yaa. Aku nggak bakal aktif lagi nulis di platform Blogger ini.

Aku ke sini cuma mau nyapa dan ngasih kabar ke reader lama aja, bahwa aku baik-baik aja dan aktif nulis lagi.


Aktif Nulis Lagi di Tahun 2020

Aku aktif nulis lagi sebenernya di tahun 2020. Waktu itu, aku cuma nulis kayak diary aja sih. Kebetulan tahun 2020 sampai 2023 depresi aku kumat. Tahun 2023 aja lagi parah-parahnya sampe rawat jalan ke psikiater. 

Tapi sekarang aku udah mulai belajar kelola stress kok. Kecenderungan untuk depresi pasti masih ada, karena kata psikiaterku, aku depresi dari SMA, kalo diliat-liat dari cerita hidupku secara keseluruhan. 

Aku sadar dimana-mana yang namanya penyakit nggak mungkin langsung sembuh kayak sulap: butuh waktu buat berangsur-angsur sembuh. Jadi, hal pertama yang aku pelajari dalam hidupku sebenarnya berawal dari melelola stress secara sehat, yang memulai cerita awal aku nulis dan balik lagi ke blog.

So, di tahun 2020 sampai 2023 itu, aku nulis di banyak platform: nulis di Blogger ini, nulis di Medium, nyambat di Facebook, dan mencak-mencak di Instagram. Proses di mana aku masih figuring out bagaimana aku mengelola stress dengan cara nulis, tetapi belum sadar gimana caranya aku nulis secara dengan baik dan sehat, terstruktur, sekaligus membawa manfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Terlebih, karena aku lagi depresi, jadi semua yang aku tulis tentang trauma dan luka lama aku, dengan narasi yang emosional. Apakah ada yang baca? Sebenarnya ada, tapi nggak sebanyak artikel tentang Pengertian Glosarium aku yang udah dapet traffic


Artikel Lain yang Hilang

Sebenernya, di tahun 2012 sampai 2013 itu, aku udah ngepost banyak artikel di platform ini. Tapi kebanyakan emang artikel yang comot dari web lain sih, aku cuma ubah gaya kepenulisan, tata kalimat dan bahasanya aja sih. Jadi, beberapa artikel yang aku rasa cuma modal copas dari web lain aku hapus. 

Selain itu, aku kan udah ngasih tau ya kalo aku aktif nulis lagi di tahun 2020, tapi nulis diary tentang trauma. Jadi, ceritanya, semua di mulai dari traumaku terhadap mantanku. Aku ada masalah sama mantan aku di tahun 2020 yang bikin heboh sekantor magangku: aku hampir mati gara-gara mantanku nekat mau nabrakin diri ke videotron pas aku boncengan di motornya dia, karena perkara dia nggak mau putus dari aku. Dengan kata lain, aku dapat kekerasan dari mantanku. Yep, I was emotionally abused.

Temen-temen magang Totalindo yang udah ngesupport aku saat aku lagi ada masalah. Makasih yaa Batch 2 dan 3! Love you all!

Nah, aku sempet nulis tentang cerita traumaku itu, runtut dan sedetail mungkin. Ternyata, dia tau dan interogasi aku di telepon. Daripada nambah drama, jadi terpaksa aku hapus semua artikel yang udah aku tulis secara nggak terkontrol, bahkan ada 5 top artikel andalanku yang dapet traffic paling tinggi di blog ini juga ikutan kehapus. Aku cuma takut suatu hari dia ngancem aku lagi, berhubung dia orang yang problematik dan abusive.

Nyesel? Banget. Tapi apakah aku harus nuntut dia buat balikin semua artikel aku dan nyembuhin aku secara psikologis karena dia udah bikin aku trauma? Aku rasa meminta pertanggungjawaban dengan pria yang jelas-jelas bermasalah sama dirinya sendiri merupakan keputusan yang hanya bikin keadaan makin runyam. Dia sendiri pun belum bisa tanggung jawab sama dirinya sendiri, gimana mau tanggung jawab sama kesalahan dia sendiri yang bikin aku trauma? Jadi, semua sakit ya aku telan sendiri, meskipun orang tuaku secara terang-terangan lebih ngebela dia daripada aku yang jelas-jelas anak kandungnya. 

Haduh, mulai deh luka lama muncul lagi. Aku kalo nulis tentang luka lama, malah jadi males ngetik. Tapi, ya sudahlah. Aku cuma mau memperjelas keadaanku aja. Aku kan udah berubah jadi lebih baik.

Bagaimana dengan Skill Menggambar Aku?

Jadi, dari tahun 2020 sampai sekarang ini, aku fokus banget nulis, karena nulis adalah cara yang paling simpel untuk mengutarakan isi pikiran dan perasaan secara cepat, di banding hobiku yang menggambar. 
Salah satu gambar realis aku tentang depresi

Aku orang yang perfeksionis. Aku masih hobi menggambar. Jadi untuk menggambar, aku pastikan pesan dan warna yang aku coret di atas kertas dapat menyiratkan pesan dari aku. Tapi untuk mengutarakan perasaan, sekarang aku fokus di nulis, karena maksud yang aku utarakan lebih jelas, di banding aku menggambar, yang hampir semuanya gambar simbolis, dengan kata lain aku menguutarakan arti gambarnya secara tersirat. 

Pada dasarnya, baik menulis dan menggambar, dua-duanya sama-sama didasari dengan konsep. Tapi ada perbedaan jelas antara menulis dan menggambar, di situlah aku mengeksplorasi perbedaan sebagai media bersuara. Aku masih menggunakan keduanya. Jiwa visual dan seniku masih ada. Jadi, kadang aku mengkombinasikan tulisanku dengan gambarku, kalau berhubungan dengan arsitektur atau trauma. 

Hampir semua gambarku bertemakan trauma dan depresi. Selain itu, aku menggambar sketsa arstitektural. Gambar traumatik dan depresif aku hampir semuanya realis, sekarang aku lagi pengen nyoba gaya surealis kayak Frida Kahlo, pelukis inspirasi utama aku, atau Salvador Dali. Setelah aku menggambar gambar depresif/traumatik, aku kombinasikan dengan artikelku yang bergaya diary. Untuk artikel bergaya diary yang personal, aku khususkan di tulis di blog Medium aku.

Belajar Skill Lain

Selain nulis, aku juga belajar skill lain, kayak belajar modelling dan SEO di tahun 2024 yang lalu. Pokoknya, tahun 2024 adalah turning point hidupku yang jadi lebih baik: tmenku tambah banyak, pengetahuanku makin luas, seakan-akan aku melihat dunia nggak sekedar di dalam tempurung otakku yang depresi saja. 

Aku jadi tambah pede saat branding selain ngeblog, aku bisa sebut skill lain yang udah aku pelajari: skill modelling dan SEO content writing. Aku belajar untuk mengkombinasikan semua skill itu menjadi sumber kekuatan aku dalam memperkenalkan diri aku ke dunia luar. 

Bersama teman modelling batch 26


Fokus Aku Saat Ini

Sekarang, aku lagi fokus bikin artikel yang relevan dan berkualitas buat audiens aku yang berumur remaja hingga dewasa awal. Niche blog aku lifestyle, jadi fokus aku nulis di lifestyle. Kadang aku nulis tentang traveling juga.  

Foto waktu aku traveling ke Curug Cilember bulan Februari yang lalu


Di lain sisi, aku juga nggak melupakan background aku sebagai lulusan arsitektur. Jadi, kadang aku nulis tentang arsitektur, sambil baca beberapa literatur, sambil jalan-jalan mencari gedung estetik atau pameran arsitektur. Nulisnya pun butuh waktu lebih lama dan lebih memeras otak di banding nulis artikel dengan topik yang lain.

Aku juga fokus mencari koneksi, terlebih di bidang kepenulisan. Jadi, aku nggak sendirian, aku punya temen yang basicnya sama-sama penulis, meskipun kuliahnya di bidang yang lain. 

Jadi, Apakah Aku Bahagia Sekarang?

Yap, tentu! Aku bahagia, meskipun nggak berakhir jadi arsitek atau kerja di konsultan asriektur. Minimal yang aku tulis masih relevan dengan background aku, dan aku nggak menghilangkan sense arsitektur aku. Jadi, aku suka foto-foto gedung atau interior dengan fokus yang detail atau angle yang geometris, mengarah ke detail arsitektur atau focal point bangunan itu sendiri. Jadi, aku nggak ada alasan lagi untuk bersedih hati.

Template visual foto arsitektural aku

Kebetulan juga, jalan-jalan dan main sama teman adalah impian inner child aku. Jadi, bisa di bilang, dengan fokus hobiku yang menulis sekarang ini juga sekaligus menyembuhkan kebutuhan inner child aku yang hilang: di mana dulu pas sekolah, aku cuma fokus belajar biar ranking, bersaing di kelas unggulan, demi nyenengin ortuku, dan mengorbankan keinginanku buat menikmati masa main-main di sekolah. Saat ini, biarkan aku menentukan jalan hidupku sendiri, bukan orang tuaku, bukan orang lain. 

Aku Veni, blogger di venivriliani.com dan aku ingin fokus menggapai mimpi dan bahagia!






Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengertian Glosarium dan Kamus

GLOSARIUM Glosarium adalah daftar kata yang memuat terjemahan/pengertian dari   kata-kata asing yang diartikan dalam kalimat sebuah buku atau wacana tersebut dengan abjad yang berurutan ataupun acak, dan ditulis secara detail. Biasanya, glosarium ditemukan pada bagian paling belakang buku. PERBEDAAN GLOSARIUM DENGAN KAMUS Glosarium berbeda dengan kamus , tetapi ada persamaan sedikit. Perbedaannya adalah glosarium merupakan terjemahan/pengertian kecil yang hanya memuat kata-kata yang terkandung di dalam buku/wacana tersebut. Jika kamus, kamus merupakan terjemahan/pengertian semua kata-kata terlengkap dalam sebuah bahasa, biasanya dilengkapi dengan cara pembacaannya dan jenis kata (mis. : v, ks, k, kki, dsb.) dan disertai dengan contoh penggunaan kata tersebut dalam kalimat. Persamaan antara Glosarium dengan Kamus adalah sama-sama mengartikan kata dari sebuah bahasa. CONTOH KALIMAT GLOSARIUM DAN KAMUS       Contoh Kalimat Kamus : Oily / ’...